BUDAYAKAN PRESTASI NASIONAL

By : Amalia Hariyanti (Alumni)

Pencak Silat Pagar Nusa bukan hanya sekedar formalitas sebagai siswa Ibnu Husain untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler adalah media yang mencetak karakter melalui pematangan skill dan juga dapat ‘menjembatani’ kami untuk mencari jati diri diusia remaja yang kini beranjak dewasa, dengan kegiatan ini kami belajar banyak hal yang tidak ada dibangku sekolah. Salah satunya ialah pencak silat. Budaya asli dari Indonesia ini mencakup hal yang luas mulai dari kekeluargaan, persaudaraan, kedisiplinan, dan perjuangan.

Berbicara tentang perjuangan tak luput dari event dan kejuaraan yang telah kami ikuti. Belum keringat menentes setelah usai menjalankan tugas PORSENI Madrasah dipertegahan bulan Oktober 2019 yang bertempat di Ponorogo Jatim pesilat Ibnu Husain di bulan november 2019 langsung lanjut mengikuti seleksi internal Pagar Nusa Se-Surabaya dari beberapa kelas dan kategori, 10 dari kami lolos ke jenjang selanjutnya yaitu seleksi internal zona 3. Pada event ini atlit Ibnu Husain menyebet 4 emas dan 2 perak dengan juara 1 kategori beregu putra (Fajar Samsiadi, Fathurrosi, Yusril Hikam), juara 1 kategori beregu dewasa (Haidar Eka dan Lutfi),  juara 1 kategori ganda putra (Riyadil Jinan dan Ach Safarudin Baihaqi), juara 1 kategori beregu putri (Ira Sintya B, Wisdatul M, dan Zika Hamizah), juara 2 kategori tanding kelas remaja Daffa Ivan M dan kelas dewasa Muhammad Faishol Amin yang saat itu gugur di partai final berhadapan dengan atlit Jawa Timur. Hanya selang waktu seminggu usai event tersebut kami harus bergegas mempersiapkan diri untuk event selanjutnya yaitu Kejurda Pagar Nusa Jawa Timur.

Disinilah awal dari pertempuran kami yang sesungguhnya, baik dari segi mental maupun fisik. Beberapa dari kami diharuskan untuk pindah kategori dan kelas bahkan ada yang harus terhenti sampai event internal zona 3 karena adanya kebijakan dari pimpinan penyelenggara kejuaraan untuk menghapus beberapa kategori seni. Dengan persiapan dan waktu yang terbatas kami harus siap untuk bertanding di Kejurda Pagar Nusa Jawa Timur. Pada akhir tahun 2019 kami tutup dengan hasil dari event ini yaitu juara 1 ganda putra dan juara 2 Jurus baku Pagar Nusa. Kejurda telah usai dan mengikuti serangkaian latihan TC dan karantina, beberapa minggu kemudian kami berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Kejurnas Pagar Nusa mewakili Jawa Timur. Kejuaraan bergengsi ini diikuti oleh 467 atlit dari 22 kontingen di berbagai wilayah Pagar Nusa Se-Indonesia. Pada kesempatan ini kontingen Jawa Timur berhasil menjadi Juara umum 1 dan kami menyumbangkan juara 1 ganda festival dan juara 3 ganda putra remaja atas kesuksesan diraihnya Juara Umum tersebut.

Dengan prestasi-prestasi yang diraih pesilat Ibnu Husain kerap mendapatkan penghargaan dari Ibu Wali Kota (Tri Risma Harini) dan Ibu Gubernur Jatim (Khofifah Indra Parawansyah). Kurang lebih begitulah cerita kami tentang perjuangan yang melalui serangkaian kejuaraan dengan rintangan dan keterbatasan kami sanggup dan harus tetap ikhtiar berjuang, berusaha,  dan do’a. keberhasilan dari kami juga karena Allah, orang tua, pelatih, senior dan teman-teman sebagai support system kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *